Jumat, 24 April 2009

Apa Itu Kolik?

Kolik ini sebenarnya bukan penyakit, tetapi lebih tepat kalau digolongkan sebagai istilah umum untuk menjelaskan sebuah kondisi.

Apa gejala bayi yang mengalami Kolik?

Gejala utamanya adalah rewel yang berkepanjangan, yang disertai tangisan. Biasanya kondisi ini terjadi menjelang sore hingga waktu tidurnya.

Diperkirakan sekitar 20% bayi mengalami Kolik ini dan biasanya ketika dia berumur 2 minggu hingga 4 minggu.

Tangisan Kolik lain dengan tangisan biasa. Bayi yang menangis ketika dalam kondisi ini biasanya terlihat sangat kesal dan sedih.

Sampai saat tulisan ini dibuat, masih belum jelas betul apa penyebab Kolik. Ada yang mengatakan penyebabnya adalah makanan sang ibu yang menyusuinya, alergi bayi terhadap susu botol, kecemasan orang tua, dan sebagainya.

Bisa jadi semua yang dikatakan itu benar, atau bisa jadi juga semuanya salah...

Yang jelas, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menenangkan bayi Anda seandainya dia mengalami Kolik.

  • Pastikan bayi Anda tidak kelaparan, atau popoknya sudah terlalu basah dan kotor. Pokoknya, pastikan tidak ada sesuatu yang membuatnya gelisah.
  • Anda juga harus bisa memastikan bahwa si kecil tidak dalam kondisi serius yang membutuhkan penanganan dokter atau perawat.
  • Anda juga harus belajar benar-benar memahami bayi Anda. Apa yang bisa menenangkan bayi lain, belum tentu bisa menenangkan bayi Anda!
  • Coba berbagai gerakan atau suara yang bisa menenangkannya. Berikan ayunan yang lembut, atau suara-suara yang menyejukkan.
  • Coba letakkan bayi Anda di lingkungan yang nyaman, seperti kamar dengan lampu redup dan jauh dari keramaian. Atau coba juga mengajaknya berkeliling dengan kereta bayi.
  • Terkadang akan membantu juga jika Anda mengelus-elus punggung, perut atau kepalanya. Sebagian bayi ada juga yang merasa nyaman ketika dimandikan dengan air hangat.

Susu Sapi untuk Bayi Manusia...?

Kali ini, mari kita mengulas sedikit mengenai susu formula untuk bayi Anda.

Sudah merupakan kesimpulan final di seluruh dunia bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah pilihan yang terbaik untuk bayi.

Namun begitu, ada beberapa kasus dimana ibu tidak bisa menyusui si bayi, sehingga diperlukan juga susu formula.

Diantaranya adalah apabila si ibu menderita AIDS. Wanita penderita HIV Positif TIDAK diperbolehkan untuk menyusui bayinya.

Beberapa penyakit tertentu seperti herpes, hepatitis dan infeksi beta streptococcus juga bisa berpindah melalui ASI. Tetapi TIDAK selalu seorang Ibu yang menderita penyakit-penyakit tersebut tidak boleh menyusui bayinya. Hal ini harus ditinjau kasus per kasus oleh dokter dari masing-masing ibu tersebut.

Penyakit-penyakit umum seperti flu, demam, infeksi kulit, atau diare TIDAK tersalurkan melalui ASI. Bahkan uniknya, si ibu akan memproduksi antibodi dari berbagai penyakit tersebut dalam ASI-nya sehingga bayi yang menyusu darinya akan terlindungi dari penyakit-penyakit tersebut.

Penderita kanker payudara juga bisa tetap menyusui bayinya dengan menggunakan payudara yang masih normal, jangan khawatir...

Nah, berkaitan dengan susu formula, ada beberapa pertimbangan dalam memilihnya...

Walaupun hampir semua susu formula dibuat dari susu sapi, namun sebaiknya Anda tidak memberikan susu sapi murni ataupun makanan-makanan yang mengandung susu sapi hingga bayi Anda berusia 1 tahun.

Bukan apa-apa, susu sapi kan sebenarnya untuk anak sapi, sehingga tidak bisa dicerna dengan baik oleh bayi manusia...

Nah, seandainya ternyata bayi Anda tidak cocok mengkonsumsi susu formula yang terbuat dari susu sapi, alternatif lain adalah menggunakan susu formula dari kedelai. Inipun sebenarnya kurang baik buat si bayi. Yang jelas, bayi yang sehat HANYA boleh meminum susu formula kedelai jika dianjurkan secara medis.

Pokoknya, ASI adalah yang terbaik lah! Makanya usahakan agar persediaan ASI ibu selalu cukup...


Permainan untuk Bayi Usia 6 Bulan

Bayi berumur 6 bulan rata-rata sudah tanggap terhadap lingkungannya dan dia sudah punya keinginan untuk bermain.

Berikut permainan menyenangkan sekaligus mendidik untuk Anda dan si bayi:

  • Mulailah bermain "nama-nama" dengan bayi Anda. Tunjuk hidung si kecil dan katakan, "Hi-dung". Lakukan hal yang sama untuk mata, tangan dan benda lainnya.
  • Perkenalkan juga panggilan Anda dan sang ayah kepada bayi Anda mulai sejak tahapan ini.
  • Sembunyikan sebagian benda atau mainannya di bawah selimut atau secarik kain. Biarkan ada bagian yang menonjol keluar. Biarkan bayi Anda menarik benda tersebut keluar dan belajar menyingkapkan selimutnya sendiri.
  • Masukkan berbagai macam tutup botol ke dalam kotak sepatu. Tutup-tutup botol tersebut bisa berbeda ukuran, asal jangan ada yang tajam.
  • Ulurkan tangan Anda ke dalam kotak sepatu kemudian ambil tutup yang ada satu persatu. Tunjukkan perlakuan ini di depan bayi Anda. Setelah beberapa kali melihat, biasanya si bayi akan meniru kelakuan Anda tersebut.

Amankah Rumah Anda bagi Bayi Anda?

TANYA:
Apakah sebaiknya saya membuat rumah saya aman untuk bayi dan balita?

JAWAB:
Tentu saja!

Sekitar 2,5 juta anak-anak terluka bahkan sampai meninggal setiap tahunnya disebabkan kecerobohan dalam rumah tinggal.

Kabar baiknya adalah, banyak kecelakan-kecelakaan tersebut yang sebenarnya bisa dicegah -dengan memanfaatkan alat-alat sederhana untuk keselamatan anak yang bisa ditemukan di toko-toko besar.

TANYA:
Alat pengamanan apa saja yang bisa digunakan?

JAWAB:
Banyak juga, berikut diantaranya...

SAFETY LATCHES and LOCKS

Pengencang dan kunci yang bisa Anda gunakan pada lemari dan laci Anda, sehingga membantu mencegah anak-anak untuk mengambil obat-obatan berbahaya, pembersih kimia, juga pisau dan benda-benda tajam lainnya.

SAFETY GATES

Pagar atau pintu pengaman yang sebaiknya Anda pasang di mulut tangga dan ruangan-ruangan yang berbahaya bagi anak Anda.

DOOR KNOB COVERS and DOOR LOCKS

Pegangan atau handle pintu sekaligus kuncinya untuk mencegah anak Anda memasuki tempat-tempat berbahaya, seperti kolam ikan atau kolam renang, misalnya.

Belajar dan Bermain Bersama Bayi Usia 9 Bulan

Anak-anak kita belajar melalui bermain. Jika Anda memiliki bayi berusia 9 bulan, berarti dia sudah siap untuk belajar lebih banyak.

Cobalah berbagai aktifitas berikut ini untuk membantu si kecil mempelajari dunianya dengan cara yang mengasyikkan buat kalian berdua...

Bermain dengan gambar-gambar

Untuk permainan ini, Anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya, cukup sedikit usaha mengumpulkan koran-koran atau majalah lama.

Duduklah bersama bayi Anda. Tunjuk gambar-gambar yang ada di koran atau majalah tersebut, kemudian sebutkan namanya. Bisa juga Anda sebutkan kata kerja yang dilakukan oleh subyek gambar, warna dalam gambar, dan sebagainya.

Bermain dengan tekstur

Anda pasti memiliki potongan-potongan kain bekas kan? Nah, sekarang waktunya memanfaatkannya untuk bayi Anda.

Tempelkan berbagai jenis potongan kain pada selembar karton. Bagusnya sih potongan tersebut terdiri dari berbagai jenis kain dengan tekstur yang bervariasi. Sertakan kain korduroy, katun, vinyl, sutera, wol, bulu imitasi, misalnya.

Ajak bayi Anda duduk bersama Anda dan bantu dia untuk meraba setiap perbedaan tekstur dengan tangannya. Jelaskan setiap tekstur dengan istilah-istilah seperti lembut, kasar, berbulu, dan seterusnya.

Bermain bongkar muat

Kumpulkan dus-dus makanan atau susu. Berikan kepada bayi Anda sebuah kantong kertas. Ajarkan padanya untuk mengisi kantong tersebut dengan dus-dus tadi, kemudian mengeluarkannya.

Sayangi bayi Anda

Berikan sebuah boneka bayi atau binatang kepada si kecil. Ajari dia bagaimana caranya untuk menyayangi boneka tersebut.

Tunjuk setiap bagian boneka dan sebutkan namanya masing-masing. Tunjuk matanya dan sebutkan namanya, begitu pula dengan telinga, hidung, tangan, kaki, dan seterusnya.

Tunjukkan kepada bayi Anda anggota-anggota tubuhnya yang sama dengan yang ada pada boneka. Anda bisa mengatakan, "Ini mata boneka. Mata Dede mana?"


Jangan Kalah Sama Mereka...

Belakangan ini, di Amerika sana terjadi perubahan positif dalam hal perawatan dan pemeliharaan bayi.

Perubahan apa itu?

Ternyata semakin banyak para ayah yang berperan serta secara aktif dalam membesarkan bayi mereka. Nah, kebiasaan ini juga seharusnya ditiru nih oleh para ayah di negeri kita... ya kan Ibu-ibu?

Sebenarnya peran serta ayah dalam membesarkan bayinya bukan hanya untuk meringankan beban sang ibu, tetapi menurut penelitian, ternyata juga sangat diperlukan oleh bayi.

Bahkan, sebenarnya bayi memerlukan partisipasi aktif sang ayah sejak proses kelahirannya.

Banyak juga kita temukan para ayah yang merasa nyaman melakukan pekerjaan ini dan tidak hanya mau, bahkan mereka bersemangat dalam berbagi tugas dengan sang ibu.

Karena dengan demikian, mereka bisa berperan aktif dalam berbagai kejadian sehari-hari yang menyenangkan dan tak terlupakan dalam kehidupan bayi mereka, sehingga membentuk ikatan kuat antara mereka.

Apabila Anda seorang ayah yang merasa "nggak Pede" karena "nggak pengalaman" dalam hal-hal seperti itu, berarti Anda harus merubah cara pandang Anda!

Ingatlah, bahwa tidak ada yang terlahir ke dunia ini langsung sebagai ayah atau ibu. Artinya, peran sebagai ayah dan ibu ini adalah sesuatu yang diusahakan dan... sebenarnya ayah juga memiliki kemampuan fitrah untuk bisa memahami seni merawat bayi.

Memang sih tetap saja insting seorang ibu akan lebih menonjol, tetapi mari kita lihat apa yang juga bisa dilakukan oleh seorang ayah...

Ayah bisa mengganti popok, menyiapkan susu botol, membantu memandikan bayi dan menggendongnya untuk kemudian dimomong atau disusui oleh ibunya.

Ingat lho, berbagi tugas seperti ini bisa meringankan kelelahan kedua orang tua dan bisa memberi sumbangan positif untuk kebaikan hubungan suami istri.

Sebuah masalah yang sering terjadi adalah sang ayah yang merasa terpinggirkan bila si ibu memberikan waktu serta perhatian sepenuhnya kepada si kecil. Apalagi jika di beberapa minggu pertama setelah kelahiran bayi tidak ada interaksi antara kedua orang tua.

Walau begitu, perasaan cemburu serta konflik tersebut biasanya hanya bersifat sementara dan hal ini bisa cepat hilang seandainya saja ayah terlibat dalam perawatan serta permainan bersama si bayi.

Bagi si bayi, memiliki kedua orang tua yang terlibat dalam perawatan serta permainan adalah sesuatu yang tak ternilai lho!

Dengan begini, orang tua pun bisa saling mengisi satu sama lain untuk membentuk anak yang sehat dan lebih percaya diri.

Gimana Ayah, siap melakukannya?

Gigi Bayi Anda Muncul? Jangan Khawatir…

Sebenarnya tumbuhnya gigi bayi sudah dimulai sejak ia masih berupa janin. Namun karena pertumbuhannya masih di dalam rahang, maka proses ini tidak terlihat oleh mata kita. Makanya istilah yang lebih tepat untuk menamakan proses keluarnya gigi pada bayi sebenarnya bukan tumbuh, tapi “muncul”.

Gigi pertama akan muncul biasanya ketika bayi berusia 5-7 bulan. Nah, jika bayi Anda seusia ini dan Anda sering melihatnya memasukkan kepalan tangannya (atau benda lainnya) ke dalam mulutnya, maka kemungkinan besar tak lama lagi gigi pertamanya akan muncul.

Apa Tanda-tanda Munculnya Gigi Bayi Anda?

Tanda-tanda lain munculnya gigi adalah tingkahnya yang rewel, sering menangis dan selalu senang menggigit-gigit apa saja yang bisa dipegangnya.

Selain itu, bayi Anda akan banyak mengeluarkan air liur (ini sebenarnya berguna untuk mendinginkan gusinya yang agak bengkak akibat proses tumbuhnya gigi), ia akan merasakan sedikit rasa sakit pada gusinya, nafsu makannya akan berkurang dan mungkin ia akan mengalami demam ringan.

Apakah Proses Munculnya Gigi Menyebabkan Bayi Mengalami Demam Tinggi, Pilek dan Diare?

Banyak orang tua yang menghubungkan proses munculnya gigi bayi dengan beberapa penyakit yang sebenarnya secara medis tidak ada hubungannya.

Perlu Anda ketahui, bahwa proses munculnya gigi tidak akan sampai menimbulkan demam tinggi, pilek, ataupun diare pada bayi Anda. Jika anak Anda sangat rewel, menderita demam tinggi bahkan diare, sebaiknya Anda periksakan ke dokter anak, karena ini semua tidak ada hubungannya dengan proses munculnya gigi.

Apa yang Bisa Anda Berikan Kepadanya?

Untuk meringankan proses munculnya gigi pada bayi, Anda bisa memberikan benda yang sifatnya keras dan dingin, diantaranya:

  1. Ring mainan keras khusus untuk bayi yang sedang muncul giginya
  2. Kain handuk kecil yang telah direndam dalam air dingin
  3. Donat yang dibekukan (setelah ia mencair dan mulai hancur, ambil dari bayi Anda)

Ada baiknya jika Anda selalu menyediakan ring mainan plastik untuk digigit olehnya. Anda bisa memasukkan ring plastik ini ke dalam lemari pendingin terlebih dulu, tapi jangan disimpan dalam freezer. Menyimpan ring mainan ini dalam freezer bahkan bisa merusak gusi si kecil.

Gigi yang Pertama Kali Muncul?

Gigi yang pertama kali akan muncul biasanya adalah 2 gigi seri bagian bawah. Selanjutnya diikuti oleh 4 gigi seri bagian atas.

Bayi Anda Mengalami Ruam Popok?

Hampir semua bayi pernah mengalami ruam atau lecet karena pemakaian popok. Lokasi yang sering terkena adalah bagian pantat, sekitar kemaluan, maupun paha.

Begitu pula mungkin dengan bayi Anda...

Bahkan, jika bakteri yang terdapat dalam urine bayi Anda terurai menjadi amonia, ruam ini bisa bertambah parah. Tentu saja keadaan ini sangat tidak menyenangkan buat si kecil.

Nah, untuk mencegah terjadinya hal ini, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan...

  • Usahakan agar sesering mungkin kulit bayi Anda berada dalam keadaan kering dan berhubungan dengan udara terbuka.

  • Gunakan popok yang memiliki kemampuan menyerap lebih baik. Hemat sih boleh saja, tapi jangan sampai bayi Anda juga menderita karena Anda jarang mengganti popoknya ya...

  • Ketika mengganti popok, bersihkan daerah tersebut dengan air dan sabun yang lembut. Setelah itu keringkan secara menyeluruh dan gunakan bedak bayi yang lembut tanpa pewangi.

  • Tanyakan ke dokter Anda apakah perlu menggunakan salep tertentu atau krim anti jamur. Sebisa mungkin hindarilah penggunaan popok atau celana berlapis plastik.

  • Jika Anda menggunakan kain sebagai popok, usahakan untuk mencucinya dengan sabun lembut tanpa pewangi kemudian membilasnya sampai bersih. Deterjen bisa menjadi penyebab iritasi pada kulit bayi Anda.

  • Pastikan pula produk-produk mandi untuk si kecil tidak mengandung pewangi dan alkohol.

Jika ruam bayi Anda bertambah parah dan tidak ada tanda-tanda perbaikan setelah 3 hari (apalagi jika dia sampai demam dan tidak nafsu makan), sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Cara Mengetahui Bahwa Bayi yang Baru Lahir Itu Sehat?

Bayi yang baru saja lahir biasanya tidak nampak seperti bayi-bayi yang sering Anda lihat di iklan-iklan popok..

Seringkali kepala bayi yang baru terlahir berbentuk lonjong, bukannya bulat. Kulitnya juga mungkin berkerut-kerut dan berwarna kemerah-merahan. Semua kondisi ini adalah bukan sesuatu yang harus Anda khawatirkan.

Di bagian tengah kepala bayi Anda yang baru lahir biasanya ada yang disebut "Soft Spot" atau daerah lunak dimana tulang tengkoraknya belum bersatu dengan sempurna.

Justru keadaan ini sangat menguntungkan agar kepala si bayi bisa fleksibel selama proses melahirkan.

Tulang tengkorak bayi Anda akan tumbuh seiring dengan pertumbuhan si bayi sehingga nantinya daerah lunak tersebut akan tertutup. Selain itu, dengan adanya daerah lunak ini, otak bayi Anda juga bisa tumbuh dengan baik.

Mungkin bayi Anda juga memiliki bercak merah gelap di sekitar matanya. Terkadang bercak ini juga bisa Anda temukan di batang hidungnya dan di belakang leher. Sampai saat ini belum ada manusia yang tahu apa penyebabnya. Tapi biasanya bercak ini akan hilang dalam 1 tahun pertama.

Sebagian bayi terlahir botak, sebagian lagi memilki rambut tipis dan yang lainnya terlahir dengan rambut yang tebal dan hitam. Untuk sebagian bayi, rambut bawaan lahir ini akan hilang atau rontok begitu saja dan sebagian bayi lainnya mengalami perubahan warna rambut.

Warna mata bayi Anda juga bisa berubah lho setelah lahir! Kalau Anda ingin memastikan warna mata si kecil, ya Anda sebaiknya sabar menunggu hingga ia berusia sekitar 1 tahun.. setelah ini biasanya tidak akan ada perubahan lagi.

Tali umbilikal yang tergantung di pusar bayi biasanya akan copot dalam waktu 5-10 hari.

Terkadang bayi perempuan mengalami pendarahan di kemaluannya. Terkadang juga bayi -baik laki-laki ataupun perempuan- lahir dengan buah dada yang agak besar atau menggembung. Bahkan ada yang sampai bisa mengeluarkan air susu, padahal mereka baru saja lahir!

Hal ini disebabkan oleh hormon sang ibu. Kondisi ini tidak membahayakan kok dan akan segera hilang... tenang saja!

Selasa, 07 April 2009

Makanan bayi

Puding Apel Nasi

Menu ini cocok untuk bayi Anda yang sudah berusia lebih dari 6 bulan…

Bahan:

1. Pure apel - 1 cangkir

2. Nasi - 1 cangkir

3. Yogurt Vanila Low Fat - 1 cangkir

Cara Membuat Pure Apel:

Sebenarnya, jika Anda malas, Anda bisa saja menggantikan pure apel ini dengan selai apel. Tapi demi kesehatan bayi Anda, kenapa tidak membuat pure apel sendiri, ya kan?

Nah, untuk membuat pure apel sendiri, pertama-tama Anda akan membutuhkan bahan:

- 1,5 kg apel Fuji yang sudah dikupas kulitnya dan dipotong-potong dadu

- 4 lembar potongan kulit lemon

- 3 sendok teh air perasan lemon

- 7cm kayu manis

- 1/2 cangkir gula putih

- 1 cangkir air

- 1/2 sendok teh garam

Setelah itu, cara membuat pure apel adalah sebagai berikut:

- Masukkan semua bahan ke dalam panci, tutup dan rebuslah hingga mendidih.

- Setelah mendidih, kecilkan api dan pertahankan panasnya selama sekitar 20 menit.

- Angkat dan ambil serta buang potongan kayu manis dan potongan kulit lemon.

- Lembutkan pure dengan menggunakan Potato Masher atau yang sejenisnya.

- Siap disajikan, baik dalam keadaan panas maupun setelah didinginkan.

Jika Anda menyimpannya di freezer kulkas Anda, pure apel ini bisa bertahan hingga 1 tahun lho…

Cara Membuat Puding:

Campurkan 1 cangkir pure apel dengan 1 cangkir nasi pada sebuah baskom. Aduklah hingga betul-betul merata, sambil menambahkan 1 cangkir yogurt vanila secara bertahap.

Diamkan hingga dingin dan siap dihidangkan…


Bubur Beras Stroberi Untuk Bayi 6-12 Bulan

Resep Makanan Bayi: Bubur Stroberi

Bahan-bahan:

1 sendok makan Tepung Beras

50 gr Stroberi, haluskan dengan blender

1 sendok makan Susu Formula Lanjutan, larutkan dengan air secukupnya

150 ml Air

Cara Memasak:

1. Larutkan tepung beras dengan air, aduk hingga tercampur betul

2. Didihkan hingga larutannya mengental dan matang - jangan lupa untuk terus mengaduknya

3. Begitu sudah matang, sesaat sebelum diangkat, tambahkanlah stroberi yang sudah dihaluskan

4. Tambahkan pula susu formula yang sudah dilarutkan dengan air

5. Siap disajikan untuk 1 kali makan


Tim Saring Ayam dan Keju

Bingung harus membuat makanan apa lagi untuk bayi Anda yang berusia 6 bulan? Nah, silahkan coba menu berikut ini… mudah kok membuatnya.

Bahan-bahan:

  • beras 20g
  • daging ayam 25g
  • tempe, buncis, tomat @ 25g
  • keju parut 10g
  • air 625cc

Cara Memasak:

1. Potong tomat serta buncis kecil-kecil

2. Masukkan air ke dalam beras yang telah dicuci bersih

3. Rebus beras tersebut, dicampur dengan daging ayam dan tempe

4. Aduk hingga menjadi bubur

5. Masukkan potongan buncis dan tomat hingga matang

6. Setelah matang, tambahkan keju yang telah diparut

7. Dinginkan

8. Haluskan dengan saringan kawat



Diet Ikan pada bayi dapat mengurangi resilo eksim

Penemuan Ilmuwan, bayi yang diberi makan ikan jauh dari kemungkinan berkembangnya penyakit eksim. Mereka mengatakan pengenalan tentang diet mengandung ikan sebelum umur 9 bulan mereduksi resiko pertumbuhan kondisi kulit. Penyakit eksim mempengaruhi 7 juta bayi di Inggris, termasuk satu dari sepuluh anak-anak terjangkit eksim.

Penderita punya sistem kebal terlalu aktif yang berarti kulit secara mudah menjadi radang. Peneliti menanyai 5,000 orang tua di swedia pada tahun 2003 tentang makanan anak-anak mereka dan beberapa bukti penyakit eksim ditemukan pada anak umur 6 sampai 12 bulan.

Mereka kemudian memperhatikan mengapa sebagian anak-anak terjangkit penyakit eksim dan yang lainnya tidak…

Penemuan Gen Menjadi Penting

Anak-anak yang mempunyai saudara kandung atau ibu yang pernah mengidap eksim hampir dua kali lipat kemungkin untuk dapat mempengaruhi anak untuk terjangkit eksim sampai umur 12 bulan.

Penelitian menunjukkan bahwa pembinaan dan pengenalan tentang diet ikan pada anak sebelum 9 bulan mengurangi resiko pertumbuhan penyakit sampai 25%.

Penulis Dr Bernt Alm, di Universitas Gothenburg, mengatakan sulit menjelaskan mengapa diet mengandung ikan bisa mengurangi resiko eksim, tetapi bisa jadi karena kehadiran omega-3 asam berlemak pada ikan.
Peneliti juga menemukan setelah memelihara burung dapat membantu mereduksi berjangkitnya penyakit eksim, barangkali karena burung mendorong penyebaran toksin…



Sumber Daily Mail 25 Sept 2008



Hiperbilirubinemia pada bayi

Hiperbilirubinemia merupakan kenaikan tingkat bilirubin pada bayi. Ketika tubuh bayi mengganti sel-sel darah merah dan jaringan tubuh lainnya dengan yang baru, maka hasil pembuangan dari proses ini biasanya akan dihilangkan oleh hati/liver. Bilirubin termasuk salah satu hasil pembuangan tersebut.

Latar Belakang Terjadinya Hiperbilirubinemia

Ketika bayi Anda masih berada dalam rahim (masih dalam bentuk janin), maka tugas membuang bilirubin dari darah janin dilakukan oleh plasenta. Hati/liver si janin tidak perlu membuang bilirubin.

Ketika bayi Anda lahir, maka tugas ini langsung diambil alih oleh hati/liver-nya. Karena liver-nya belum terbiasa melakukannya, maka jangan kaget jika ternyata ia memerlukan beberapa minggu untuk penyesuaian.

Selama liver bayi Anda bekerja keras untuk menghilangkan bilirubin dari darahnya, tentu saja jumlah bilirubin yang tersisa akan terus menumpuk di tubuhnya. Karena bilirubin berwarna kuning, maka jika jumlahnya sangat banyak, ia dapat “menodai” kulit dan jaringan-jaringan tubuh lainnya yang dimiliki oleh bayi Anda.

Kapan Hiperbilirubinemia Menjadi Berbahaya?

Untuk tingkat bilirubin rendah atau menengah, akibat yang terjadi adalah berubahnya warna kulit bayi Anda menjadi kuning. Sedangkan tingkat bilirubin yang tinggi bisa berbahaya, karena ia bisa masuk ke sel-sel otak bayi dan merusaknya.

Untuk mencegah hal ini terjadi, sangatlah bijaksana untuk mengontrol terus tingkat bilirubin bayi yang terkena Hiperbilirubinemia.

Apa yang Bisa Anda Lakukan?

Pada tingkat akumulasi bilirubin yang masih rendah, Anda cukup memberikan asupan air yang lebih kepada bayi Anda dan memberikan fototerapi (atau biasanya dengan berjemur di panas matahari pagi).

Pada tingkat akumulasi bilirubin yang sudah sangat tinggi, mungkin diperlukan adanya transfusi darah, untuk “menukar” darah bayi yang mengandung bilirubin tinggi tersebut dengan darah orang dewasa dengan tingkat bilirubin yang rendah.

Biasanya kondisi Hiperbilirubinemia ini lebih banyak ditemukan pada bayi prematur, namun biasanya dapat diatasi hanya dengan memperbanyak asupan air dan fototerapi.


Sumber : www.tipsbayi.com